Wali Kota Banjarbaru Kembali Harumkan Nama Daerah, Raih Penghargaan Terbaik I Penanggulangan Kemiskinan dan Stunting Regional Kalimantan
Kabar membanggakan datang dari Banjarbaru! Wali Kota Erna Lisa Halaby berhasil meraih predikat Terbaik I untuk kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting Kelompok Kota Regional Kalimantan. Penghargaan bergengsi ini diterima dalam acara Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah Berprestasi tahun 2026, menjadi bukti nyata dedikasi Pemkot Banjarbaru.
Momen penyerahan penghargaan istimewa ini dilakukan langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Bapak Muhammad Tito Karnavian, didampingi Direktur Utama Tempo. Bertempat di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, pada hari Selasa, kejadian ini mengukuhkan pengakuan atas kinerja luar biasa Pemerintah Kota Banjarbaru.
Dalam sambutannya, Mendagri Tito Karnavian secara khusus menyoroti keunggulan Banjarbaru. “Banjarbaru dinilai paling menonjol dalam upaya mengintegrasikan berbagai program pengentasan kemiskinan dan percepatan penurunan stunting di seluruh kawasan Kalimantan,” ungkapnya, menjelaskan alasan kuat di balik keberhasilan Banjarbaru meraih posisi teratas ini.
Beliau menambahkan bahwa ajang ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah instrumen evaluasi kinerja yang ketat, berbasis indikator komprehensif. Penilaian mencakup konvergensi lintas sektor, efektivitas capaian layanan hingga ke tingkat kelurahan, dampak nyata intervensi, serta kecepatan penurunan indikator-indikator penting. Ini semua menunjukkan bahwa Banjarbaru memang layak dengan hasil yang terukur.
Mendagri Tito juga menekankan vitalnya menciptakan iklim kompetisi yang sehat antar daerah, mendorong inovasi sebagai pembeda utama. “Bagi kami, sebagai kepala daerah yang diamanahi rakyat, cara terbaik untuk melayani adalah dengan menciptakan suasana kompetitif. Dari sanalah akan lahir kinerja dan inovasi yang luar biasa,” tegas beliau di hadapan para kepala daerah yang hadir, menginspirasi semua untuk terus berpacu dalam kebaikan.
Sebanyak 24 pemerintah daerah dari berbagai kategori turut menerima penghargaan dalam forum tersebut. Menariknya, selain pengakuan, pemerintah pusat juga memberikan dukungan konkret berupa insentif fiskal. Khusus untuk kategori yang dimenangkan Banjarbaru, alokasi insentif mencapai Rp3 miliar bagi peraih peringkat pertama. Dana ini diharapkan menjadi suntikan semangat untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan capaian melalui program-program yang lebih masif dan berdampak.
Prestasi Banjarbaru ini, seperti yang diungkapkan, bukanlah kebetulan semata. Ini adalah buah dari kerja keras sistematis dan kolaborasi multi-pihak yang telah berjalan lama. Ambil contoh penanganan stunting; Pemkot Banjarbaru memperkuat komitmen ini melalui Pra Musrenbang Tematik Stunting 2026 yang berhasil mempertemukan 86 pemangku kepentingan dari berbagai lini.
Forum tersebut menjadi wadah strategis untuk konsolidasi lintas sektor. Mulai dari SKPD terkait, para camat, lurah, kepala puskesmas, hingga para kader Posyandu dan Forum RT/RW, semuanya bersinergi menyelaraskan data dan merumuskan intervensi yang benar-benar tepat sasaran. Ini menunjukkan bahwa masalah stunting dipandang sebagai isu kolektif, bukan hanya sektor kesehatan.
Pendekatan holistik ini mengubah pandangan terhadap stunting, tidak lagi hanya sebagai isu kesehatan semata, melainkan masalah bersama yang memerlukan penanganan terpadu. Salah satu inovasi brilian yang menopang strategi ini adalah Program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting). Melalui GENTING, para pemangku kepentingan terlibat langsung sebagai “orang tua asuh,” memastikan anak-anak yang membutuhkan mendapatkan intervensi gizi secara berkesinambungan dan kasih sayang yang memadai.
Kunci keberhasilan lainnya terletak pada konsistensi penekanan aspek mendasar, yaitu pemenuhan gizi dan perbaikan sanitasi. Ditambah lagi, keterbukaan data lapangan yang akurat menjadi fondasi kuat dalam mempercepat penurunan stunting di Banjarbaru. Model pendekatan ini juga turut diimplementasikan dalam upaya penanggulangan kemiskinan, dengan program-program yang dirancang khusus untuk menjangkau kelompok masyarakat yang paling rentan.
Wali Kota Lisa Halaby dengan rendah hati menyatakan bahwa penghargaan ini adalah milik seluruh masyarakat Banjarbaru. Beliau menegaskan bahwa jajaran Pemkot Banjarbaru akan terus berkomitmen penuh, memastikan setiap anak di kota ini tumbuh sehat dan setiap keluarga merasakan peningkatan kualitas hidup. “Penghargaan ini bukan titik akhir, melainkan justru semakin memperkuat komitmen kami untuk mewujudkan pembangunan yang nyata, merata, dan berkelanjutan bagi seluruh warga,” pungkas Ibu Wali Kota melalui keterangan tertulis yang dirilis Media Center Dinas Kominfo Banjarbaru, penuh semangat.
