Tala Gencarkan Produksi Bawang Merah Lokal: Strategi Jitu Redam Inflasi
PELAIHARI, Kalsel – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Pemkab Tala) serius menggarap potensi bawang merah lokal sebagai benteng utama menekan laju inflasi pangan di daerah. Langkah ini ditempuh melalui upaya intensif memperkuat kapasitas petani, agar hasil panen semakin optimal dan berkelanjutan.
Masturi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Tanah Laut, menegaskan bahwa kemandirian produksi lokal merupakan kunci vital dalam mengendalikan gejolak harga komoditas strategis. “Pengembangan bawang merah di Tanah Laut diharapkan mampu meminimalisir ketergantungan kita pada pasokan dari luar daerah,” ungkapnya di Pelaihari, Kamis.
Lebih lanjut, Pemkab Tala tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi juga kualitas hasil panen. Tujuannya agar produk bawang merah Tanah Laut mampu bersaing dan memenuhi standar kebutuhan pasar lokal. Harapannya, Tanah Laut dapat bertransformasi menjadi salah satu sentra produksi bawang merah terkemuka di Kalimantan Selatan.
Untuk mewujudkan ambisi tersebut, petani didorong untuk mengadopsi teknik budi daya yang lebih inovatif dan efektif. Salah satunya dengan belajar langsung dari daerah-daerah penghasil bawang merah yang telah sukses. Pendekatan ini sangat krusial mengingat bawang merah merupakan komoditas yang sangat sensitif dan memiliki dampak signifikan terhadap angka inflasi daerah.
Dengan kebutuhan bawang merah yang mencapai ratusan ton setiap tahunnya di Tanah Laut, peningkatan produksi domestik menjadi solusi jangka panjang. Hal ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan masyarakat, tetapi juga menjaga stabilitas harga di pasaran. “Kami optimis petani dapat meningkatkan hasil panen secara signifikan, sehingga pasokan terjaga dan harga tetap stabil,” pungkas Masturi.
