Goweser Palangka Raya Siap Jelajah Lintas Provinsi, Target Ribuan Kilometer dalam 5 Hari
PALANGKA RAYA – Semangat kebersamaan dan cinta akan bersepeda kembali menyala di kalangan komunitas gowes Kota Palangka Raya. Sekelompok pesepeda dari berbagai wilayah di Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Selatan (Kalsel) kini tengah mematangkan persiapan untuk sebuah agenda touring lintas provinsi yang menantang, melintasi beberapa kabupaten dan kota strategis di Pulau Kalimantan.
Kegiatan yang diberi tajuk “Gowes Touring Lintas Provinsi/Kabupaten” ini direncanakan berlangsung selama lima hari, dari Sabtu hingga Rabu, tanggal 2 sampai 6 Mei 2026. Rute petualangan dijadwalkan dimulai dari Kota Palangka Raya, kemudian menyusuri Barito Selatan, Barito Timur, singgah di Banjarmasin, berlanjut ke Kapuas, dan Pulang Pisau, sebelum akhirnya kembali ke ibu kota Kalteng.
Berdasarkan draf kesepakatan yang sedang dimatangkan panitia dan peserta, titik kumpul keberangkatan akan dimulai pada Sabtu, 2 Mei 2026, pukul 05.00 WIB, bertempat di kediaman Bapak H. Tugiran di Palangka Raya.
H. Tugiran, sosok penggagas sekaligus ketua rombongan, menjelaskan bahwa agenda touring ini bukan sekadar ajang mengayuh pedal. Lebih dari itu, ia melihatnya sebagai kesempatan berharga untuk membangun solidaritas, menjaga kebugaran fisik, serta mempererat tali silaturahmi antaranggota komunitas sepeda dari berbagai daerah.
“Paling utama itu kebersamaan dan keselamatan seluruh peserta. Touring ini bukan ajang balapan, melainkan sebuah perjalanan persaudaraan dan olahraga,” tegas H. Tugiran saat pertemuan teknis persiapan di Palangka Raya.
Dalam rancangan kesepakatan, perjalanan gowes akan dilakukan hanya pada pagi hingga sore hari, tepatnya dari pukul 05.00 hingga 17.00 WIB. Setelahnya, semua peserta diwajibkan beristirahat total di malam hari, demi menjaga stamina dan kondisi fisik yang prima selama perjalanan panjang.
Panitia juga menekankan pentingnya kekompakan tim. Seluruh peserta akan bergerak bersama dalam satu rombongan dengan pola perjalanan beriringan. Kecepatan rata-rata gowes pun akan dibatasi, berkisar antara 20 hingga 22 kilometer per jam, untuk memastikan setiap anggota dapat menyesuaikan diri sesuai kemampuan fisik masing-masing.
Faktor keselamatan menjadi prioritas utama. Setiap peserta wajib memastikan kondisi sepeda dalam keadaan prima dan layak jalan, serta kondisi tubuh benar-benar sehat sebelum memulai touring.
“Jangan sekali-kali memaksakan diri jika badan kurang sehat. Keselamatan diri itu jauh lebih penting dibanding harus memaksakan target perjalanan,” ujar salah satu peserta yang turut hadir dalam rapat persiapan.
Draf kesepakatan juga memuat prosedur penanganan kondisi darurat. Apabila ada peserta yang sakit dan memerlukan perawatan sehingga harus kembali ke Palangka Raya, seluruh tim akan berhenti untuk berunding bersama. Musyawarah ini akan menentukan apakah perjalanan akan dilanjutkan atau tidak, dengan mempertimbangkan kondisi peserta yang sakit.
Sementara itu, jika terjadi kerusakan sepeda yang tidak memungkinkan perbaikan di lokasi, peserta terkait disarankan kembali ke Palangka Raya. Rombongan selebihnya dapat melanjutkan perjalanan, sesuai keputusan yang disepakati bersama.
Untuk mendukung kelancaran operasional selama lima hari touring, setiap anggota tim direncanakan akan memberikan kontribusi sebesar Rp500 ribu. Dana ini nantinya akan dialokasikan untuk kebutuhan konsumsi dan akomodasi sepanjang perjalanan, yang akan dikelola langsung oleh H. Tugiran sebagai koordinator.
Pihak panitia turut mewanti-wanti agar seluruh peserta mengantongi izin dan restu dari keluarga sebelum mengikuti kegiatan ini. Hal ini mengingat medan perjalanan yang akan ditempuh cukup panjang dan melintasi beragam wilayah kabupaten serta provinsi.
Rencana touring lintas daerah ini mendapat sambutan hangat dari berbagai komunitas sepeda, baik di Kalteng maupun Kalsel. Selain sebagai sarana berolahraga dan menantang diri, kegiatan ini juga dinilai efektif untuk memperkenalkan potensi keindahan daerah-daerah yang dilalui, sekaligus mempererat hubungan antarwarga.
“Ini lebih dari sekadar gowes biasa, ini perjalanan kebersamaan dan kampanye gaya hidup sehat. Semoga semua berjalan lancar dan seluruh peserta selamat sampai tujuan,” harap Taufik, peserta lainnya.
Draf kesepakatan ini dijadwalkan akan kembali dibahas dan diputuskan secara final dalam pertemuan persiapan selanjutnya, sebelum jadwal keberangkatan resmi tiba.
