Teluk Kelayan Berdenyut: KORMI Banjarmasin Dilantik, Festival Budaya Lingkungan Memukau
Kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Teluk Kelayan, Banjarmasin, pada Jumat (8/5/2026), menjadi saksi bisu harmonisasi semangat kebugaran dan pelestarian lingkungan. Momen bersejarah ini ditandai dengan resmi dikukuhkannya jajaran pengurus Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Banjarmasin periode 2026-2030, yang kini dinahkodai oleh Wakil Wali Kota Hj. Ananda. Prosesi penting ini dipimpin langsung oleh Ketua KORMI Kalimantan Selatan (Kalsel), Bapak Muhammad Syarifuddin, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi.
Tak hanya itu, kemeriahan acara juga dirangkai dengan pembukaan Festival Teluk Kelayan bertajuk “Ecomusicology Soundscapes”. Inisiatif yang digagas oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan, akademisi, dan komunitas Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, hingga 10 Mei 2026. Kehadiran festival yang mengangkat isu lingkungan melalui seni di tengah pengukuhan organisasi olahraga masyarakat ini menandakan kuatnya komitmen Banjarmasin terhadap kolaborasi inovatif dalam mengelola tantangan perkotaan.
Wali Kota Banjarmasin, Bapak H. Muhammd Yamin HR, turut hadir memeriahkan acara bersama unsur Forkopimda, masyarakat umum, pegiat seni, serta perwakilan induk organisasi olahraga (inorga) se-Banjarmasin. Dalam sambutannya, Wali Kota Yamin menyampaikan selamat kepada 67 pengurus KORMI yang baru dilantik. Beliau menekankan pentingnya menjalankan amanah ini dengan komitmen tinggi untuk kemajuan olahraga masyarakat.
“Saya berharap KORMI Banjarmasin memiliki target dan kerja nyata yang terukur. KORMI harus mampu meningkatkan prestasi dan menambah perolehan medali pada berbagai ajang olahraga masyarakat di tahun 2027, baik di tingkat daerah maupun nasional,” tegas Bapak Yamin.
Lebih lanjut, mengenai Festival Musik Sampah, Bapak Yamin mengapresiasi relevansinya dalam menghadapi tantangan lingkungan perkotaan. “Kegiatan edukatif dan inovatif semacam ini saya harapkan dapat terus berkembang dan berkelanjutan, serta menjadi identitas positif bagi Banjarmasin sebagai kota kreatif, peduli lingkungan, dan kaya akan potensi budaya lokal,” tambahnya.
Senada dengan Wali Kota, Ketua KORMI Provinsi Kalsel, Bapak Muhammad Syarifuddin, menyampaikan apresiasi mendalam atas dominasi Banjarmasin selama ini. “Kota Banjarmasin selalu menjadi juara umum dan penyumbang medali terbanyak untuk Kalsel di ajang Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS). Kami berharap pengurus baru dapat terus melakukan pembinaan bibit unggul untuk mewakili Kalsel di FORNAS mendatang,” ujar Bapak Syarifuddin penuh optimisme.
Sementara itu, nahkoda baru KORMI Kota Banjarmasin, Hj. Ananda, menyatakan komitmennya untuk mempertahankan prestasi yang telah diraih sembari terus berbenah pada aspek-aspek yang memerlukan peningkatan. “Prinsipnya, kami akan mengikuti arahan KORMI Provinsi. Apa yang sudah baik akan dipertahankan, dan yang masih perlu perbaikan akan kita tingkatkan. KORMI Banjarmasin harus menjadi motor penggerak agar warga kota kita senantiasa sehat, bugar, dan gembira,” tuturnya.
Terpisah, Kepala Disbudporapar Kota Banjarmasin, Bapak Ibnu Sabil, menjelaskan bahwa Festival Musik Sampah ini dirancang bukan sekadar sebagai hiburan, melainkan wahana edukasi penting bagi masyarakat dan khususnya anak-anak. Beliau juga mengungkapkan bahwa pemilihan lokasi di Teluk Kelayan memiliki tujuan strategis untuk menghidupkan kembali kawasan tersebut sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Banjarmasin.
“Di sini kita ingin menunjukkan bahwa botol bekas bisa diubah menjadi gendang yang merdu, kaleng bisa menjadi mikrofon, bahkan sampah plastik dapat disulap menjadi pakaian seni yang memukau. Ini adalah wujud nyata dari wahana bahari kita,” jelas Bapak Ibnu Sabil. “Ini juga momentum penting untuk menghidupkan kembali Taman Teluk Kelayan yang mungkin selama ini belum maksimal. Dengan adanya kegiatan kolaboratif seperti ini, kami berharap Teluk Kelayan dikenal luas sebagai destinasi wisata yang indah dan hidup bagi warga maupun wisatawan,” pungkasnya.
Festival ini rencananya akan dimeriahkan oleh berbagai penampilan menarik, termasuk grup musik lokal Pandaz, yang akan terus mengampanyekan pesan bahwa sampah bukan sekadar buangan, melainkan dapat dimanfaatkan kembali menjadi barang bernilai tinggi.
