Kodam Lambung Mangkurat Dimulai, Wakasad Pimpin Peletakan Batu Pertama
Banjarbaru, Kalsel – Momen bersejarah bagi Kalimantan Selatan terukir dengan dimulainya pembangunan Markas Komando Daerah Militer (Makodam) Lambung Mangkurat. Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), Letnan Jenderal TNI Muhammad Saleh Mustafa, secara langsung menghadiri peletakan batu pertama yang menandai dimulainya proyek strategis ini di Banjarbaru.
Mayjen TNI Zainul Arifin, Pangdam XII/Tambun Bungai, menegaskan bahwa kehadiran Wakasad dalam peletakan batu pertama ini merupakan penanda keseriusan TNI AD dalam merealisasikan Rencana Strategis (Renstra) yang mengamanatkan setiap provinsi memiliki Makodam sendiri. “Insya Allah, kita laksanakan peletakan batu pertama bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk pembangunan Makodam ini,” ujar Mayjen Zainul di Banjarmasin beberapa waktu lalu.
Saat ini, wilayah Kalimantan Selatan masih berada di bawah payung komando Kodam XII/Tambun Bungai yang berpusat di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Mayjen Zainul menambahkan, “Sejak saya ditunjuk sebagai Pangdam tahun lalu, tugas utama saya adalah mempersiapkan segala kebutuhan untuk pembentukan Kodam di Kalsel ini.”
Koordinasi intensif terus berjalan antara Pangdam dan Gubernur Kalimantan Selatan terkait penyediaan lahan serta alokasi anggaran. Skema pembiayaan proyek ini bersifat sinergis, dengan separuh dukungan dari pemerintah daerah dan separuhnya lagi dari pemerintah pusat. Jika semua berjalan lancar, Makodam Lambung Mangkurat ini diharapkan rampung dan siap diresmikan pada tahun 2027.
Pemilihan nama ‘Kodam Lambung Mangkurat’ bukanlah tanpa alasan. Pangdam Zainul menjelaskan, nama tersebut telah diusulkan ke pusat sebagai bentuk penghormatan mendalam terhadap sejarah dan identitas masyarakat Banua di Kalimantan Selatan. “Kita tidak boleh melupakan akar sejarah. Dulu, memang ada Kodam Lambung Mangkurat di Kalsel sebelum terbentuknya Kodam di Kalimantan Tengah. Kami berharap nama ini dapat terus dipertahankan untuk menjaga marwah pahlawan kita, Lambung Mangkurat, tetap lestari,” tegasnya, menyoroti pentingnya pelestarian nilai-nilai sejarah lokal.
Kehadiran Kodam baru ini tidak hanya bertujuan memperkuat stabilitas keamanan regional, tetapi juga diyakini akan memacu roda perekonomian Kalimantan Selatan. Mayjen Zainul optimistis, menunjuk pada pengalaman Kalimantan Tengah yang mengalami pertumbuhan ekonomi signifikan setelah pembentukan Kodam di sana.
Sejalan dengan pembangunan Makodam, TNI AD juga aktif mengembangkan Batalyon Teritorial Pembangunan (BTP) di setiap kabupaten. Saat ini, Kalimantan Selatan telah memiliki empat batalyon yang beroperasi dan jumlahnya akan terus ditingkatkan secara bertahap. Mayjen Zainul menjelaskan, setiap batalyon akan diperkuat dengan sekitar seribu personel. Dengan perkiraan gaji minimal Rp5 juta per anggota, perputaran uang di daerah tersebut akan sangat besar, menciptakan dampak ekonomi yang signifikan. “Pertumbuhan ekonomi pasti akan bergerak maju di setiap wilayah,” pungkas Pangdam dengan nada optimistis.
