Ratusan Warga Balangan Iringi Pemakaman Ulama Karismatik KH Husin Naparin
Suasana duka menyelimuti Desa Hujan Mas, Kecamatan Paringin, Kabupaten Balangan, pada Rabu (6/5/2026). Ratusan warga dari berbagai daerah datang untuk mengiringi pemakaman ulama kharismatik Kalimantan Selatan, KH Husin Naparin, Lc MA.
Almarhum dimakamkan di alkah keluarga yang berada di samping Masjid Syuhada. Lokasi tersebut dikenal sebagai tempat yang dekat dengan perjalanan dakwah dan pengabdian beliau selama hidup.
Sebelumnya, kabar wafatnya mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Selatan itu menyebar pada Rabu pagi sekitar pukul 08.10 Wita. KH Husin Naparin meninggal dunia di Rumah Sakit Sultan Agung Banjarbaru pada usia 79 tahun.
Jenazah almarhum tiba di Desa Hujan Mas sekitar pukul 17.16 Wita. Setelah itu, jenazah disemayamkan di ruang induk Masjid Syuhada untuk disalatkan berjamaah bersama ribuan pelayat.
Sepanjang prosesi pemakaman, lantunan takbir dan doa terus mengiringi kepergian almarhum. Selain masyarakat umum, sejumlah tokoh daerah juga hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.
Di antara para pelayat, tampak mantan Bupati Balangan H. Sefek Effendie dan H. Ansharuddin turut mengikuti salat jenazah. Kehadiran mereka menunjukkan besarnya rasa hormat masyarakat kepada KH Husin Naparin.
Semasa hidup, KH Husin Naparin dikenal sebagai ulama yang santun dan teguh dalam berdakwah. Beliau lahir di Desa Kalahiang, Kecamatan Paringin, pada 10 November 1947.
Selain aktif berdakwah, beliau juga dikenal sebagai sosok panutan masyarakat Banua. Oleh sebab itu, kepergian beliau meninggalkan duka mendalam bagi umat Muslim di Kalimantan Selatan.
KH Husin Naparin menikah dengan Dra. Hj. Unaizah Hanafie pada 15 Juli 1979. Sang istri merupakan putri dari KH Hanafi Gobet, ulama besar sekaligus Imam Besar Masjid Jami Banjarmasin.
Kini, masyarakat mengenang almarhum sebagai ulama yang meninggalkan warisan ilmu, keteladanan, dan pengabdian bagi Banua.
