KH Husin Naparin Dikebumikan di Tanah Kelahiran, Paringin Balangan
Suasana duka menyelimuti Kalimantan Selatan setelah wafatnya ulama kharismatik KH Husin Naparin Lc MA. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Selatan itu meninggal dunia pada Rabu, 6 Mei 2026, di Rumah Sakit Sultan Agung Banjarbaru dalam usia 79 tahun.
Kabar wafatnya KH Husin Naparin mengejutkan banyak pihak. Selain dikenal sebagai ulama kharismatik, beliau juga menjadi sosok panutan bagi masyarakat Banua.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir, jenazah almarhum disalatkan di Masjid Jami Banjarmasin usai salat Zuhur. Ribuan pelayat hadir untuk mengikuti salat jenazah dan mengantarkan kepergian beliau.
Setelah prosesi salat jenazah selesai, iring-iringan membawa jenazah menuju Paringin, Kabupaten Balangan. Selanjutnya, almarhum dimakamkan di pemakaman keluarga di tanah kelahirannya.
KH Husin Naparin lahir di Kalahiang, Paringin, pada 10 November 1947. Beliau merupakan putra pasangan H Muhammad Arsyad dan Hj Rusiah.
Semasa hidup, KH Husin Naparin dikenal sebagai ulama yang teduh dan arif dalam berdakwah. Karena itu, beliau sangat dihormati oleh masyarakat Kalimantan Selatan.
Selain aktif membimbing umat, beliau juga dikenal sebagai penjaga marwah ulama di Banua. Dedikasi beliau dalam menyebarkan ilmu agama meninggalkan warisan berharga bagi generasi penerus.
KH Husin Naparin menikah dengan Dra Hj Unaizah Hanafie pada 15 Juli 1979. Sang istri merupakan putri dari KH Hanafi Gobet, ulama besar sekaligus Imam Besar Masjid Jami Banjarmasin.
Kini, kepergian KH Husin Naparin meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Banua. Namun demikian, keteladanan dan ilmu yang beliau wariskan akan terus dikenang sepanjang masa.
