Dishut Kalsel Perkuat Tata Kelola Hutan Lewat Evaluasi KPH Hulu Sungai dan Balangan
Awal tahun ini, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan (Dishut Kalsel) melakukan kunjungan kerja ke sejumlah Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH). Kegiatan ini bertujuan memperkuat koordinasi, mengevaluasi capaian kinerja, serta meningkatkan tata kelola hutan di daerah.
Pertama, kunjungan dilakukan di KPH Hulu Sungai. Di lokasi tersebut, tim Dishut Kalsel meninjau realisasi program kerja tahun 2025 sekaligus menyusun target untuk tahun 2026. Selain itu, Kepala Dishut Kalsel, Fathimatuzzahra, menekankan pentingnya administrasi yang tertib, tata kelola kelembagaan yang kuat, dan akuntabilitas dalam pelaksanaan tugas di lapangan.
Selain evaluasi kinerja, Dishut Kalsel juga mendorong peningkatan upaya pelestarian lingkungan. Oleh karena itu, program penanaman pohon dan edukasi kepada masyarakat agar meninggalkan praktik ladang berpindah menjadi perhatian utama.
“Kami berharap edukasi lingkungan terus digencarkan. Pemerintah juga memiliki program bibit gratis yang bisa dimanfaatkan masyarakat maupun instansi,” ujar Fathimatuzzahra, Jumat (9/1/2026).
Selanjutnya, rombongan melanjutkan kunjungan ke KPH Balangan. Dalam agenda tersebut, Dishut Kalsel kembali mengevaluasi program kerja tahun 2025 dan menyusun rencana strategis tahun 2026.
Di sisi lain, Fathimatuzzahra mengingatkan seluruh pegawai, baik PNS maupun PPPK, agar bekerja sesuai aturan dan tugas masing-masing. Menurutnya, disiplin kerja menjadi kunci untuk meningkatkan kinerja organisasi.
Tak hanya rapat koordinasi, kunjungan ini juga diisi dengan penandatanganan komitmen pengamanan hutan. Dengan demikian, langkah tersebut menjadi simbol keseriusan dalam menjaga kelestarian kawasan hutan di Kalimantan Selatan.
“Melalui komitmen ini, kami berharap perlindungan hutan dari perambahan, kebakaran, dan kerusakan lingkungan semakin kuat pada tahun 2026,” tambahnya.
Sementara itu, Dishut Kalsel menegaskan bahwa program kerja tahun 2026 akan difokuskan pada kegiatan prioritas. Dengan begitu, penggunaan anggaran diharapkan lebih efektif dan mampu memberikan dampak nyata bagi pengelolaan hutan yang berkelanjutan.
